“Tuhan…..
jika aku diutus untuk meminta satu hal saja, mungkin aku akan meminta
datangkanlah seorang sahabat yang bisa mengerti akan segala keadaaanku,
sebagaimana sahabat-sahabatku diwaktu itu. Salam rinduku untuk kalian sahabat
sejatiku”. ~ADIK~
Terik matahari pagi ini buatku enggan tuk
memulai aktivitas kembali, begitu pula selaput mata ini, terasa berat tuk aku
buka, rasa lelah ini mulai menguasai organ tubuhku. Dalam hati hanya dapat
berkata, tak bisakah malam bertahan sedikit lebih lama??? Namun aku tersadar,
dunia ini pada dasarnya memang begini, tak mungkin jika aku merubahnya, kecuali
jika aku ingin merubah cara hidupku. Dengan terpaksa aku harus membuka mata
ini, kubuka flep ponselku, waktu menunjukkan pukul 07.45 kemudian kuletakkan
kembali, andai saja hari ini hari libur, tak kan kubuka mata ini sampai adzan
berkumandang, karena itulah yang mengharuskanku tuk bangun dan melakukan kewajibanku
sebagai muslimah. Dengan langkah gontai aku memaksakan diri melangkah menuju
kebilik kamar mandi, dinginnya air mampu membuat mata ini terbuka lebar.
Yaaachhh….. aku harus bergegas, tak boleh malas.
Aku tahu, aku masuk kuliah pukul 09.30 tapi
aku memilih berangkat lebih awal dari
pada aku telat, dan tidak diizinkan ikut UTS semester ini. Aku sadar aku bukan orang
mampu dan memiliki barang-barang mewah sendiri, aku tak ingin lagi merepotkan
orang lain, cukup diwaktu itu saja, mungkin lebih baik kutak memiliki seorang
sahabat, jika seorang sahabat hanya bisa berteman denganku disaat aku mampu
memadai langkahnya, sedangkan aku??? Aku seribu kali lebih sadar karena aku tak
bisa melakukan hal itu.
Kurasa mereka bahagia tanpa kehadiranku
ditempat ini, jika suatu saat aku tak ada dibangkuku, mungkin mereka tak akan
mempertanyakan tentang keberadaanku. Perlahan mata ini mulai memanas, tak mampu
rasanya aku menahan kesedihan yang kupangku sendiri, kini kumulai merasa bahwa
aku membutuhkan seseorang yang bisa mengerti segala keadaanku. Namun aku harus
tetap menahan air mataku jangan sampai tumpah ditempat ramai seperti ini,
mungkin itu akan terasa aneh jika aku seorang diri dan menangis ditempat umum
tanpa seorang teman pula. “ Tuhan… aku
tak boleh sepert ini…” aku mencoba tuk menyarankan pesan seperti itu pada
diri sendiri, layaknya seseorang yang mencoba menghentikan tangisan seorang
sahabat. Kulihat arloji yang melingkari tangan kecilku, waktu menunjukkan pukul
09.10 aku menutup leptopku yang sedari tadi hanya aku pandangi lalu bergegas ke
kamar mandi tuk merapikan penampilanku yang memang tampak tak pernah rapi.
Ruang kuliah tampak ramai dipenuhi
teman-teman sekelasku, aku memilih duduk dideretan kedua dari barisan pertama,
itu karena aku tak suka tempat duduk dibelakang yang hanya akan membuat
konsentrasiku buyar, dan alhasil aku tak mendapatkan apa-apa. Bukan karena aku
sok pintar tapi karena aku tak tahu, dan mencoba ingin tahu, bukankah aku duduk
ditempat ini karena memang aku masih dalam tahap mengumpulkan dan mencoba
mempelajarinya??? Jika alasannya hanya seperti itu, kenapa aku tak mengambil
bangku paling depan??? Tapi karena itu pula yang menjadi alasanku, aku hanya
ingin belajar dengan rilex dan seperti tak memiliki beban, aku juga tak ingin
terpaksa karena duduk ditempat seperti itu. Setelah selesai mengerjakan
soal-soal aku langsung keluar kelas karena memang peraturannya sudah seperti
itu. Aku tak langsung pulang begitu
saja, tapi aku mencoba bersosialisasi kembali dengan teman-teman yang lain, aku
melihat teman-teman disekelilingku, ada pula teman-temanku yang dulu kuanggap
sebagai sahabatku, namun sekarang, aku berbicarapun tak pernah, ada juga yang
menanyakan hal itu kepadaku, mungkin hanya orang yang perduli dengan
kebiasaanku bergaul dengan mereka dahulu dan karena sekarang aku tak pernah
lagi bergurau dengan mereka. Memang aku hanya memberi penjelasan yang biasa
saja agar tak menimbulkan dampak apapun tentang persahabatan kita dulu.
Saat aku kembali kekosan mungkin ada rasa yang berbeda, meski sebenarnya
sama saja, “ ya setidaknya aku bisa
membaringkan tubuh ini dan menenangkan fikiran yang tak pernah istirahat. Kurasa
seperti itu….. huft…. “ lelah yang kurasa sepertinya tak pernah ada
habisnya, saat ini hanya satu yang bisa menenangkan fikiranku, yang bisa buatku
kembali berfikir jernih, ya meski itu memang sudah menjadi kegiatanku saat aku
galau seperti ini. menulis, iya… Itulah satu-satunya hal yang dapat kulakukan
tuk mengobati rasa lelahnya menjalani kehidupanku. Meski yang kulakukan ini serasa
tiada guna sama sekali, tapi kurasa itu tak pernah mengganggu jalannya hidupku,
asalkan aku bahagia dan enjoy-enjoy saja ketika melakukannya.
Meski memang sebagian teman-temanku dikosan
ada yang perduli dengan kehidupan dan masalah yang aku jalani, tapi terkadang
sama saja, terkadang mereka bisa buat fikiran dan hatiku adem, kadang pula tak
perduli denganku, merasa dikasihani mungkin itu pada dasarnya, akupun tak sama
seperti mereka, kedua orang tua mereka perduli dengan mereka, sedangkan aku???
Meski begitu aku tak kan pernah menyalahkan kedua orang tuaku, orang tuaku
bahkan tak pernah salah, karena memang inilah pilihanku, tak mungkin jika aku
kembali dengan tangisanku, cukup tahu aku baik-baik saja disini meski hanya via
suara. Terkadang aku menangis karena aku bahagia masih bisa mendengar suara
kedua orang tuaku yang masih perhatian denganku, meski hanya menanyakan kabar
dan keadaanku. I LOVE YOU DAD AND MOM :*
“
Tuhan sampai kapan aku tak memiliki teman disini???? Aku lelah Tuhan…. Aku
membutuhkan mereka… tak pantaskah aku mendapatkannya??? Meski hanya seorang teman
Tuhan??? “ mungkin memang tangisanku ini tak kan pernah ada yang
mengetahuinya, cukup aku dan ENGKAU saja yang tahu. Akupun tak ingin mereka
melihatnya, cukup aku merasa dikasihani karena kehidupan yang aku jalani saat
ini, aku bisa, aku kuat menjalani kehidupan ini, aku takkan menangis dihadapan
mereka.
Kini kusadar aku masih memilikiNYA, kasih
sayangnya terhadapku tak pernah pudar, tak bosannya IA mendengarkan
rintihan-rintihan harapanku, IA slalu ada buat aku, iya….. asalkan aku selalu
mengingatNYA kurasa IA takkan pernah berpaling dariku. Entah kenapa aku ingin
tersenyum dan memelukNYA, aku hanya ingin mengadukan kisah dan perjalanan
hidupku hanya padaNYA.



0Awesome Comments!