Denting
jam dinding di ruang tamu kosku terasa keras tuk didengar, malam ini begitu
sunyi tanpa ada celoteh canda dan gurauan dari orang-orang disekitarku seperti
malam-malam biasanya, meski begitu aku merasa tak ada yang aneh yang terjadi
malam ini, karena hal semacam ini sudah tak asing lagi kurasakan, bahkan
terkadang aku merasa sendiri lebih menyenangkan, apapun hal yang aku lakukan
tak pernah ada kata salah meski hanya sedikit saja, bahkan terkadang aku lebih
bahagia layaknya aku tinggal dirumahku sendiri, ya meski memang berbeda dengan
tanpa adanya kedua orang tua dan keluarga dihadapanku saat ini.
Ku
petik tombol power dilayar televisi dan mulai kucari tayangan yang disajikan
malam ini, memang sengaja aku tidak menonton hal-hal yang penting seperti
berita atau apalah, Cuma satu yang aku cari, aku hanya ingin mencari suatu
penghibur bukan untuk diseriusi ketika aku menonton, sama halnya aku hanya
ingin minta ditemani olehnya (layar televisi).
Malam
semakin larut dan akupun mulai merasa lelah dengan semua yang ditayangkan,
mungkin sudah bosan menghibur diri dengan cara seperti ini, meski begitu aku
tetap tak mematikan layar televisinya, bagiku suara yang datang dari televisi
itu adalah orang-orang yang selalu setia menemaniku saat malam mulai larut
seperti ini, meski aku tak menonton acara yang ditayangkan secara bergilir itu.
Entah
apa yang sedang kurasa, rasa gundah kini mulai menyelimuti tubuhku, hingga
perasaan lelah seperti itu mampu membuat tulang-tulang rusukku mulai enggan tuk
menopang tubuh yang sedari tadi hanya terduduk dihadapan layar televisi saja.
Terbayang
olehku semua hal tentang kejadian kemarin malam, meski ku tahu tak seharusnya
aku bahagia melihatnya berada disampingku, menemani selama berjam-jam
disampingku, meski memang tak hanya aku saja, cukup berada didekatnya aku
bahagia, tak pernah ingin menghiraukan waktu ketika bersamanya meski hanya
sedetik saja. Tak seharusnya aku memiliki rasa yang sama seperti yang dimiliki
oleh wanita lain terhadapnya, seseorang yang jelas-jelas telah menjadi
pasangannya saat ini.
Bentuk kasih sayangmu
terhadapku membuat hati ini luluh, meski kau tak menganggapnya lebih dari yang
kau berikan terhadap orang lain. Aku ingin menolaknya tapi pada kenyataannya
aku membutuhkan kasih sayang itu, aku merasa aku mebutuhkan segala hal yang kau
berikan malam itu, malam yang tak pernah akan aku lupakan. Ngeri mungkin tapi
aku tak pernah ingin membuang setiap detiknya malam itu. Meskipun itu hanya
senda gurau kecil yang kau berikan
kepadaku, tapi aku bahagia saat mengingatnya kembali…
Kini ku mulai sadar, bahwa aku
kini sedang sendiri... dan memang aku sudah terbiasa melewati tiap detik hariku
dengan kesendirian seperti ini...



0Awesome Comments!