SAHABAT ITU KAMU

“Tuhan….. jika aku diutus untuk meminta satu hal saja, mungkin aku akan meminta datangkanlah seorang sahabat yang bisa mengerti akan segala keadaaanku, sebagaimana sahabat-sahabatku diwaktu itu. Salam rinduku untuk kalian sahabat sejatiku”. ~ADIK~

Terik matahari pagi ini buatku enggan tuk memulai aktivitas kembali, begitu pula selaput mata ini, terasa berat tuk aku buka, rasa lelah ini mulai menguasai organ tubuhku. Dalam hati hanya dapat berkata, tak bisakah malam bertahan sedikit lebih lama??? Namun aku tersadar, dunia ini pada dasarnya memang begini, tak mungkin jika aku merubahnya, kecuali jika aku ingin merubah cara hidupku. Dengan terpaksa aku harus membuka mata ini, kubuka flep ponselku, waktu menunjukkan pukul 07.45 kemudian kuletakkan kembali, andai saja hari ini hari libur, tak kan kubuka mata ini sampai adzan berkumandang, karena itulah yang mengharuskanku tuk bangun dan melakukan kewajibanku sebagai muslimah. Dengan langkah gontai aku memaksakan diri melangkah menuju kebilik kamar mandi, dinginnya air mampu membuat mata ini terbuka lebar. Yaaachhh….. aku harus bergegas, tak boleh malas.

kini aku sudah terbiasa sendiri

Denting jam dinding di ruang tamu kosku terasa keras tuk didengar, malam ini begitu sunyi tanpa ada celoteh canda dan gurauan dari orang-orang disekitarku seperti malam-malam biasanya, meski begitu aku merasa tak ada yang aneh yang terjadi malam ini, karena hal semacam ini sudah tak asing lagi kurasakan, bahkan terkadang aku merasa sendiri lebih menyenangkan, apapun hal yang aku lakukan tak pernah ada kata salah meski hanya sedikit saja, bahkan terkadang aku lebih bahagia layaknya aku tinggal dirumahku sendiri, ya meski memang berbeda dengan tanpa adanya kedua orang tua dan keluarga dihadapanku saat ini.

Kebahagiaan itu kamu

Inilah sebuah keceriaan yang selama ini aku rindukan, sebuah keceriaan yang selama ini mulai pudar, dan kini… keceriaan itu mulai menebarkan kebahagiaan layaknya bunga-bunga disepanjang jalan kampus yang berguguran dibawah rindangnya pepohonannya yang mampu mebuat alam sekitarnya ikut serta merasakan harumnya aroma-aroma bunga yang membuat hati ingin menari diatas awan.

ep 2

Matahari pagi ini mulai menampakkan sinarnya kembali, gadis mungil itu tersenyum ketika ia membuka flep ponselnya, apa ada yang salah??? Apa sudah terjadi sesuatu semalam??? Gadis itu mulai membaca kembali pesan-pesan yang ada diponselnya, seulas senyum mulai merekah diantara kedua pipinya,

jurnalistik



LOYALITAS SEORANG JURNALISTIK



Menjadi seorang jurnalistik adalah sebuah tantangan bagi mereka yang tak menyukai dunia jurnalis. Harus selalu siap dalam kondisi dan situasi apapun itulah kenyataannya, bahkan terkadang mereka harus bisa menjadi orang lain dalam dirinya untuk mendapatkan sebuah fakta dalam suatu berita. Harus siap mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan kebenaran dari suatu isu-isu yang beredaran diantara kehidupan mereka. Dituntut karena itu adalah sebuah pekerjaan, mungkin salah satunya, namun itu tak menjadi masalah bagi mereka yang benar-benar menginginkan pekerjaan sebagai seorang jurnalistik.