pentingnya organisasi bagi mahasiswa


Pentingnya Organisasi Bagi Mahasiswa

Menjadi mahasiswa bukanlah hal yang mudah, namun bisa menjadi mudah apabila kita mampu melewatinya dengan baik, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Lulus dengan nilai bagus, memakai toga mungkin akan merasa bangga, namun disaat itulah kita akan merasa sedih, Karena banyak pengalaman, hari-hari yang biasa kita lakukan akan menjadi berbeda.
Tak sama seperti dulu lagi, menjalankan aktivitas baru, yakni “bekerja” di tempat yang baru, dan menyesuaikan diri dengan orang atau teman yang baru lagi. Mahasiswa berprestasi, kata yang sangat sering kita dengar, apakah kita salah satunya ??? pertanyaan yang sangat mudah bukan. Prestasi disini bukan hanya nilai bagus , IPK tertinggi, bukan hanya itu saja. Percuma nilai bagus kalau tidak bisa mengaplikasikan kemasyarakat nantinya.
Organisasi adalah suatu kegiatan terdiri dari beberapa orang yang mempunyai visi dan misi sama. Apakah berorganisasi sangat penting dikalangan mahasiswa?? Bagi kalian yang sering berorganisasi mungkin sudah mengetahui apa manfaatnya dari sebuah organisasi. Pertama kita bisa memperluas pergaulan, meningkatkan wawasan/pengetahuan, membentuk pola pikir yang lebih baik, menjadi kuat dalam menghadapi tekanan, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, melatih leadership (kepemimpinan), belajar mengatur waktu, memperluas jaringan (networking), mengasah kemampuan sosial, dan menjadi ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya.
Bukankah pada dasarnya kita sebagai manusia adalah makhluk sosial??? Kita sangat membutuhkan orang lain. Meskipun orang yang terbiasa sendiri dan diam, dia akan membutuhkan orang lain untuk kelangsungan hidupnya. Dalam ruang lingkup organisasi kita akan banyak belajar, yang paling utama kita akan berani berhadapan dengan orang lain meskipun kita sama sekali tidak mengenalnya. Karena di organisasi akan terdapat yang namanya musyawarah. Musyawarah disini bertujuan untuk memecahkan masalah bersama. Kita sebagai anggota wajib mengeluarkan pendapat, kita akan berlatih untuk mengutarakan pendapat yang kita punya. Yang kedua kita akan belajar menghargai antara satu dengan yang lain, disaat pendapat kita berbeda maka tugas kita adalah menghargai. Apabila ada kata yang salah kita harus rendah hati dan tidak bosan mengatakan kata maaf, belajar dari organisasi yang sederhana hingga menjadi besar. Sangat banyak keuntungan berorganisasi . lantas apakah ada kerugian dalam berorganisasi ??
Organisasi tidak akan merugikan siapapun. Karena orang yang berorganisasi adalah orang-orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dikenal banyak orang itu salah satu penghargaaan, apabila kita mampu mengembangkan visi dan misi dari organisasi kita, menjalankan program – program kerja yang kita buat, lalu mewujudkan semua impian kita dengan menjalankan proker tersebut. Ini salah satu pentingnya berorganisasi bagi mahasiswa.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi mahasiswa berperan sebagai ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan karena bangku sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan-kemampuan yang tergolong soft skills seperti ini. Saat berada di dalam kelas, kita sebatas mendapat pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu. Namun jika tidak dipraktekkan ke dalam bentuk perbuatan nyata atau benar-benar melakukannya, ya sama saja nihil. Karena berkaitan dengan soft skills ini, ada perbedaan mendasar antara tahu teori dan mampu mempraktekkannya ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kantor. Berdasarkan pengalaman para recruiter perusahaan, seringkali memiliki riwayat organisasi memang merupakan nilai tambah bagi calon pegawai baru. Seperti poin-poin mengenai manfaat organisasi di atas, kebanyakan perusahaan berpendapat bahwa calon pegawai yang memiliki pengalaman organisasi lebih terlatih jiwa kepemimpinannya, memiliki manajemen waktu yang lebih baik, jaringannya yang lebih luas, keterampilan juga lebih baik, serta pemilihan solusi dan pemecahan masalah yang lebih baik dan lebih terlatih menyelesaikan konflik jika dibanding mereka yang tidak memiliki pengalaman organisasi.