apresiasi buku



APRESIASI BUKU “ ZERO TO HERO “

Judul                : Zero To Hero : Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa
Pengarang       : Solikhin Abu Izzuddin
Penerbit          : Pro-U Media
Tahun Terbit   : 2006
Tebal Buku      : 300 Halaman
Pembahasan   :
Buku “ Zero To Hero : Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa “ karya Solikhin Abu Izzudin seorang penulis yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 17 Maret 1971 ini sangat bagus untuk dibaca dan dipelajari, bukan hanya sekedar cerita tentang prestasi manusia juga bukan sekedar bacaan hiburan pelepas kepenatan, namun buku ini juga diambil dari kisah-kisah sahabat nabi, perjalan-perjalan orang-orang sukses, dan didukung oleh tafsir hadits, pengambilan ayat-ayat Al-Qur’an, serta motivasi-motivasi yang mendukung dalam pembahasan.
Setiap pembahasan pada buku ini selalu diakhiri dengan pemberian motivasi untuk para pembaca, dan mengajak pembaca agar setiap kita melihat berbagai kejadian untuk dijadikan sebagai inspirasi dan sarana untuk mengingat, sadar, dan tetap kuat dalam kondisi apapun. Dalam satu bab buku ini memberikan beberapa makna seperti Big is powerfull yang berarti saat kita menjadi seseorang yan berkedudukan tinggi atau sebagai seorang pemimpin harus adil, dan bila kaya tidak bakhil, karena “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Medium is wonderfull yang berarti ketika kita sukses harus bersyukur dan jika gagal harus bersabar, dan istimewanya hal semacam ini tidak dimiliki kecuali orang mukmin. Small is beautifull kita tidak perlu khawatir atau berkecil hati dalam situasi dan kondisi apapun, kita harus tetap berkarya dan mengambil hikmah dibalik apa yang kita miliki saat ini, melakukan apapun tanpa merasa risau dengan kebesaran orang lain, menjadi diri sendiri sesuai kemampuan yang kita miliki.
Serta motivasi-motivasi lain seperti “Menjadi penting itu baik, tetapi menjadi baik itu lebih penting”, dan salah satu motivasi yang diambil dari hadits “Sebaik-baik usaha adalah usaha tangan seorang pekerja apabila ia mengerjakannya dengan tulus” ( Ahmad ), dan dari salah satu Al-Qur’an “Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka padaku” itulah kata Nabi Yusuf sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an dalam surat Yusuf ayat 33.
selamat membaca, semoga bermanfaat