LOYALITAS
SEORANG JURNALISTIK
Menjadi seorang jurnalistik adalah sebuah
tantangan bagi mereka yang tak menyukai dunia jurnalis. Harus selalu siap dalam
kondisi dan situasi apapun itulah kenyataannya, bahkan terkadang mereka harus
bisa menjadi orang lain dalam dirinya untuk mendapatkan sebuah fakta dalam
suatu berita. Harus siap mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan kebenaran dari
suatu isu-isu yang beredaran diantara kehidupan mereka. Dituntut karena itu
adalah sebuah pekerjaan, mungkin salah satunya, namun itu tak menjadi masalah
bagi mereka yang benar-benar menginginkan pekerjaan sebagai seorang
jurnalistik.
Menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya
itulah yang harus dimiliki oleh seorang pemburu berita. Miskin ataupun kaya tak
jadi masalah, bukan jadi ukuran penting bagi mereka asal mereka bisa memberikan
yang terbaik untuk pekerjaannya. Berada diantara kemewahan itu sudah menjadi
tugas mereka jika mereka harus dituntut mendapatkan laporan yang berhubungan dengan
tempat-tempat yang mewah, Seperti yang kita ketahui Tunjungan Plaza adalah
sebuah mall dikota Surabaya yang terletak di jl. Basuki Rahmat Surabaya. Sebuah
mall yang didalamnya terdapat barang-barang bermerk dan mewah, tapi tak menutup
kemungkinan jika mereka orang yang tak beruangpun bisa mampir ketempat ini, di
sebuah toko buku yang ada didalam mall Tunjungan Plaza di Gramedia Strore
misalnya, disini mereka tak hanya bisa membeli buku atau alat tulis berupa
apapun, pengunjung juga bisa hanya sekedar membaca ditempat ini, tak harus
membeli bukan??? Memang kebanyakan yang datang disini dari etnis China dan dari
golongan menengah keatas. Namun hal itu tak menjadi penghabat utama bagi mereka
yang ingin berbelanja ditempat ini.
Lain pula jika berada ditempat seperti
Taman Bungkul, tempat yang ramai akan anak muda, orang tua bahkan anak-anak
kecil sekalipun, disini juga menjadi tempat penghasilan bagi orang-orang
kalangan bawah yang tak memiliki modal berdagang yang cukup. Tempat untuk
berlibur sekaligus tempat religius, seperti yang kita ketahui dibelakang taman
bungkul ini terdapat sebuah makam yang biasa dijadikan tempat ziarah. Jika kita
bisa melihat sisi kehidupan yang bersahabat dari sini, mungkin sangat berbeda
jika berada di daerah Wonokromo, pertama kali yang terlintas dibenak setiap
orang mungkin Wonokromo adalah pasar, DTC dan semisalnya, bagaimana dengan Rel
Kereta Api??? Tempat yang kosongkah??? Disinilah kita bisa melihat sisi
kehidupan yang sangat ekstrim bagi kalian yang belum mengetahui lika-liku
kehidupan. Mereka rela menjual apapun yang menurut agama haram, seperti minuman
keras, berjudi, bahkan sampai rela menjual diri, mereka tak akan perduli dengan
apa yang mereka lakukan, asalkan mereka masih bisa menyambung suatu kehidupan
bagi mereka. Disini pula peran seorang jurnalis yang sesungguhnya, menampilkan
identitas tentu sangat berbahaya, bahkan berpakaian apik dan rapipun sangat
berbahaya. Mengungkapkan sebuah realita dari kehidupan meski harus bertaruh
nyawa sekalipun.



0Awesome Comments!