TAMAN
BUNGKUL
Kemanakah perginya anak-anak pengamen itu???
Fanatik tour kembali melanjutkan perjalan
menuju ke Taman Bungkul Surabaya, tepat pukul 19.30 (17/10) kami sudah sampai
disana, sebelum kami melakukan tugas lagi, kami istirahat terlebih dahulu untuk
mengisi perut dan melakukan aktivitas lainnya sambil menunggu perintah
selanjutnya apa yang akan kami lakukan. Kami selesai melakukan breaving tepat
pukul 21.05 dan langsung terjun kelapangan dengan kelompok kita masing-masing. Kali
ini kami diwajibkan untuk melakukan wawancara langsung untuk mendapatkan
informasi yang akurat kepada pengunjung ataupun orang-orang yang bersangkutan
disekitar Taman Bungkul.
Taman Bungkul, tempat itu tak asing lagi
jika kalian tinggal dikota Surabaya. Tempat yang ramai dikunjungi orang
sekaligus tempat religius karena tepat dibelakang taman terdapat sebuah makam
Mbah Bungkul yang tak kalah ramaiya dikunjungi mereka orang-orang yang
berziarah. Pengunjung yang datangpun tak hanya dari kalangan remaja yang datang
dengan pacarnya, tak sedikit pula yang datang dengan keluarga, entah itu hanya
sekedar bermain untuk refreshing, ngobrol-ngobrol santai, atau seperti fanatik
tour kali ini yang datang untuk menambah wawasan sekaligus refreshing serta latihan
melakukan Ansos disini.
“Taman Bungkul dibuka kurang lebih sejak
tahun 2005, pada awal pembukaan disini memang masih banyak anak kecil semacam
pengamen, namun sejak 3 tahun terakhir ini sudah tidak ada lagi anak-anak kecil
yang suka mengamen dan berkeliaran di area Taman Bungkul lebih dari jam 23.59
malam. Mereka sudah ditampung oleh komunitas Skate Board yang bertempat
dibelakang Taman Bungkul. Mereka bukan hanya sekedar ditampung, namun mereka
juga diberi pembekalan belajar semacam les setiap hari senin sampai jum’at dan
insyaallah kehidupan kesehariannya terjamin” tutur Ibu Sumarti pedagang kacang
yang sudah berjualan disana sejak awal dibukanya Taman Bungkul tersebut.



0Awesome Comments!